PKM KOLABORASI PRODI S2 MPI UIN RIL
(19/05/2026)
Dalam upaya mendorong transformasi pondok pesantren yang ramah lingkungan sekaligus bermutu tinggi, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kolaborasi ILMAWA dan S2 MPI UIN Raden Intan Lampung sukses menggelar PKM bertajuk “Mengelola Pesantren Berwawasan Ekoteologi serta tema Peningkatan mutu pesantren melalui Supervisi Pendidikan”. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Al- Ma’arif Desa Sungai Siput Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau pada hari Jum’at dan Sabtu Tanggal 15, 16 Mei 2026.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pengasuh pesantren, pengurus yayasan, para pengajar, para santri dan segenap Masyarakat desa. Kehadiran program PKM ini dinilai sangat relevan di tengah tantangan zaman, di mana pesantren tidak hanya dituntut mencetak generasi yang mahir ilmu agama, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam dan memiliki tata kelola lembaga yang profesional.

Ketua Prodi S2 MPI UIN RIL Dr. Junaidah, MA sebagai salah satu nara sumber kegiatan menjelaskan bahwa konsep ekoteologi hadir sebagai jembatan antara pemahaman keagamaan dan kesadaran lingkungan. Islam mengajarkan manusia sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di bumi) yang bertugas merawat alam, bukan merusaknya. Melalui pendekatan ekoteologi, kita ingin kurikulum dan perilaku sehari-hari di pesantren mencerminkan ibadah lingkungan, seperti pengelolaan sampah mandiri, penghijauan, dan efisiensi energi, ujarnya. Dalam sesi materi ekoteologi, para peserta diajak merumuskan program “Pesantren Hijau” (Eco-Pesantren). Langkah konkret yang diusulkan mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, pembuatan pupuk kompos oleh santri, hingga pemanfaatan lahan kosong pesantren untuk ketahanan pangan mandiri.

Selain fokus pada isu lingkungan, tim PKM juga membedah pentingnya penjaminan mutu tata kelola pesantren. Pengelolaan manajemen yang modern dan akuntabel menjadi kunci agar pesantren dapat bersaing dan mendapat kepercayaan publik yang lebih luas. “Mutu pesantren tidak hanya dilihat dari megahnya bangunan, tetapi dari bagaimana sistem di dalamnya berjalan secara konsisten, adaptif, dan berkelanjutan,”. Melalui sinergi antara akademisi dan dunia pesantren ini, diharapkan lahir model pesantren masa depan yang tidak hanya melahirkan santri berakhlak mulia, tetapi juga menjadi pelopor penyelamatan lingkungan dan pusat keunggulan dan kemandirian pendidikan. (adminmpi)
Komentar Terbaru